Tag Archive: Semenjak


Saya sedang berada di Dalilea,
ketika Yesus datang dan melihat hasil tangkapan saya
sama sekali kosong
Ia pun bergegas menghampiri saya, dan bersabda
“Jika kau hendak mendengar Aku, ada sebuah teluk
di mana ikan-ikan berkumpul
dan jumlahnya sangat berlimpah.”

Saya pun terheran dengan perkataan-Nya.
“Guru, kami telah mengenal seluruh teluk di sini,
karena ombak alangkah besar
ikan-ikan pastilah mencari lubuk terdalam
di mana jala kami tak lagi mampu menjangkaunya.
Namun bila Engkau menyuruhnya, kami lakukan,”
sahut Andreas, saudara saya.

Yesus pun menuntun kami menuju laut lepas
dan menyuruh kami menebarkan jala di sana
benar saja, ikan-ikan berkumpul bak hujan
jala kami hampir koyak karenanya.

Saya pun memandang wajah-Nya
tepat ketika awan menggumpal tua —
nyala api pun memijar dalam jiwa
baranya berkobar
dalam darah menjadi debar.

“Maka, ikutlah dengan-Ku,
sebab Aku hendak menjadikanmu penjala manusia,
di mana jalamu tak pernah lagi
kan hampa.”

Rafael Yanuar
7 April 2012

/ Kenangan akan Yesus /

AKULAH TUHAN BAGI KAUM USIRAN

Akulah tuhan yang kau cari-cari
dan tak akan kau temui
di gedung-gedung tinggi
aku ada di pinggir jalan
– memandang pilu sambil sesekali
menyapa mereka
yang kebingungan – mencari aku

Akulah tuhan yang kau cari-cari
meski aku ada di sekelilingmu
berbaur dengan mereka kaum tersisih
(- aku memang seperti pengemis yang bahkan
tak ingin kau temui
di belakang rumahmu)

Akulah tuhan yang kau usir
dan lelap di kerontang akar rerumputan
tempat jelata merutuk pasrah
dan tak berarti

Selalu terluka, selalu terlupakan

Rafael Yanuar (21 April 2011) 14.48

Puisi ini terinspirasi coretanku di twitter (- @opiloph) beberapa pekan lalu:

– Kebahagiaan – itulah namamu, sesekali aku melihatmu sedang bermuram di pinggir jalan, sambil menyapa mereka yang tertatih mencarimu –

Aku sendiri tak tahu mengapa bisa menuliskan kata-kata itu, tapi kata-kata tersebut terngiang-ngiang terus di benak. Karena tak mau terlupakan, aku mencoba menuliskannya kembali dalam sebuah puisi – dan puisi ini adalah hasil jadinya. Semoga masih bisa dinikmati =)

Gerhana

GERHANA

Apa yang dikabarkan angin kepada langit yang
jauh itu, Kekasih?
Bisakah Kau jawab dengan sekali pandang
kepada rindu yang memunguti kenangan
– pada perjalanan yang deja vu?

Lalu

Ada apa dibalik tudung hitam yang menatap bulan
– dengan orkestrasi malam ilahi
di kotamu, Kekasih?
Mungkinkah dapat Kau jelaskan dengan membuka
jalan bagi kelana panjang
yang menemukan jiwanya dalam tubuh budak-budak
– kenisbian?

Ada apa dibalik tangis yang tak
menemukan isaknya – meski airmata itu
terus mengalir menjelma sungai kembar
di pelataran bumi yang gersang ini, Kekasih?
Lalu mengapa cinta-Mu bagai bunga
yang pasrah
direngkuh pinangan-pinangan abad
– setelah malam tak lagi ditumbuhi rahasia?

Dan Kau berkata tentang kepalsuan.
Tentang bunga yang menyala
(karena darah)
tentang jiwa yang enggan berpagut
meski luka menjalari seluruh tubuh dengan
denyut keraguan

Rafael Yanuar (19 April 2011) 21.48

KOTA SUNYI

Pada daun yang gugur di halaman rumah
ajari aku keindahan yang lebih indah
dari kejatuhan yang pelan dan pasrah
sebab aku ingin segalanya tak berubah
– meski santun kuasa semesta
membuatnya terlupakan

Pada hujan yang turun menuruni angkasa
– ajari aku ketabahan yang lebih tabah
dari kejatuhan yang cepat dan terburu
hingga tak lagi kubaca sendu dengan segala bisu
seperti airmata yang lelah
membangun jalan kenangan

Pun pada angin yang berhembus syahdu
– biarkan aku memaknai kejatuhan dengan peluk
dalam rajutan napas sejuk
seperti tanah di malam bersalju.
Penuhi aku kekuatan untuk dapat menghibur
dengan kembara selembut bulu
– pelan dan teratur
berbaris di palataran rindu

Hingga saat aku berpulang ke kota-Mu
setelah kelana yang jauh itu
aku bisa menikmati pagut yang dulu
tak terengkuh.

Rafael Yanuar (19 April 2011) 21.16

Aku hanya teringat pada kejatuhan yang indah – yang sering kita maknai sebagai hujan dan daun gugur, lembut seperti angin yang menerbangkan dan menidurkannya dalam jatuh yang pelan / terburu, dan aku ingin setabah mereka! Barangkali – ketika kejatuhan itu bukan lagi sesuatu yang menakutkan, pasti kita bisa bangkit dengan senyum kelegaan. Aku ingin mencari keindahan dari setiap kejatuhan, agar dapat lebih tabah memaknai kehidupan. Doakan semoga aku berhasil 🙂