Tag Archive: Salju


Di Tengah Badai Salju II


Dipeluknya jaket tua pemberian warga
, kendati badai salju semakin deras memayungi
Barangkali ada tempat singgah barang sekadar


Tapi


Tak terlihat apapun, kecuali bintang di kejauhan
, dan sepasang awan metafora
Jatuh di sudut ruang
dunia kembali senyap
berteman aksara dalam dekap


Salju menutup kota
dingin bersahutan
disekanya sepasang lelap
meniup harmonika
meski,
hanya napas kering
menguap bersama angin


Karib,
aku melihat perwira itu dalam tulisan
, entah apakah harus membalik halaman
Atau menutupnya “sekian”


Rafael Yanuar (28 November 2010)

Di Tengah Badai Salju I

Saat salju mampu mencairkan suasana
ada satu harapan akan kedamaian abadi –
pun ketika kanvas putih menutup seluruh kota
dan lagu Auld Lang Syne terdengar di pelosok desa
semua melempar senyum dan tawa


Tapi bilur keangkuhan tetap terjaga dari abad ke abad
kami tak mampu menyarungkan senjata untuk sekadar bersulang anggur
dingin ini gemeretak, kawan – dan beku sudah benak
pun sungguh, segala tampak lelah dan resah


Aku tahu aku tak tahu apa-apa
bagaimana cara mengais aksara dalam beku
dan menemukan cinta
nan sanggup getarkan rindu


, tapi aku ingin


Bersama kerabat menyusur langkah-langkah
mengurai cakrawala
dan kabut angan-angan
bersaudara


Rafael Yanuar (29 November 2010)