Tag Archive: Musikalisasi Puisi Rafael Yanuar


Daun Gugur

Saat bersedih, aku merasa daun yang gugur di halaman rumahmu, selalu menghiburku dengan caranya sendiri

C G
Saat bersedih
Am F
aku merasa daun yang gugur
G C C7
di halaman rumahmu
F Dm
selalu menghiburku
G C C7
dengan caranya sendiri

F
Menghiburku
G C C7
dengan caranya sendiri
F
Menghiburku
G F G C
dengan caranya sendiri, oh

Rafael Yanuar – 25 April 2011 23.53

Masih mentah dan direkam dengan aplikasi (paling) sederhana. Pun dengan skill gitar yang masih pas-pasan. Tapi semoga masih bisa dinikmati :-). Sila diunduh lagunya di:

Rafael Yanuar – Daun Gugur | http://www.4shared.com/audio/hOWO0QVK/Rafael_Yanuar_-_Daun_Gugur.html

Terima kasih =D
Masukannya sangat dinanti 😉

Iklan

Kali ini inspirasi datang dari Sundea, penangkap keseharian yang sehari-harinya bekerja di situs http://www.salamatahari.com 🙂

Semua berawal dari kata-kata inspiratif yang sering ia tulis (secara random) di Twitter, dan ada satu yang sangat membekas di benak, yakni:

“Burung hitam berparuh oranye di depan rumah bisa membuat kita merasa senang. Kebahagiaan itu ada di mana-mana. Kecil-kecil dan sederhana =)”
– Sundea

Saya pikir akan menyenangkan jika lirik tersebut saya terjemahkan dalam sebuah lagu :-). Lalu saya meminta si empunya lirik, Dea, untuk menyebutkan satu judul untuknya. Saya sudah siap dengan judul yang unik, seperti Anak Beruang, atau bahkan Lebah. Tapi siapa menyangka, Dea justru mengusulkan “Judul” sebagai judul lagu! Benar-benar diluar dugaan =D

Lalu saya mulai mengambil gitar dan mengutak-atik nada di dapur (maksud saya dapur dalam arti sebenarnya, bukan dapur rekaman), tentu pula mencari lirik yang ada hubungannya dengan “Judul”. Maka jadilah! Sebenarnya bukan lagu instan, karena bagian refrain sudah ada sejak lama, dan saya tinggal menambahi verse yang cocok untuk refrain tersebut. Dan untunglah saya menangkap nada-nada yang cukup catchy untuk didengar :-). Tapi berhubung keterbatasan pengalaman, lagu ini masih direkam dengan gitar bolong saja, pun dengan aplikasi yang sangat sederhana.

Kemudian, berhubung judul “Judul” sepertinya kurang tepat merefleksikan keseluruhan lagu, maka saya menambahkan “Salam Matahari” di belakangnya. Semoga masih berkenan 🙂

Sebelumnya, kutipan burung hitam berparuh oranye mengingatkan saya pada kata-kata si penjual bunga:

Kebahagiaan ada di ruang tanpa dinding, jadi siapapun bisa memasuki dan merasakannya

Dan biasanya ia suka menambahkan:

“Ada orang yang hidupnya sangat sederhana tapi bahagia, sebaliknya ada yang hidupnya sangat berkecukupan tapi belum bahagia. Mungkin, saat hati dapat merefleksikan keinginan nurani, kita dapat lebih mudah tersenyum. Barangkali kebahagiaan bisa ditentukan oleh kita sendiri”

🙂

Semoga selalu cerah dan bahagia, teman-teman 🙂

_@_

JUDUL (Salam Matahari)
Lagu oleh Rafael Yanuar, Lirik oleh Sundea / Rafael Yanuar

Salam matahari yang selalu cerah ceria
dengarkanlah lagu yang ingin kunyanyikan
tentang rindu saat kudengar pitur sapa teduhmu
mendamaikan nurani

Seperti hari-hari yang selalu kujalani
dengan atau tanpa tanda dapat kuduga
kita tak perlu judul berbelit
sekadar utarakan rasa syukur pada-Nya

“Burung hitam berparuh oranye beterbangan
menjadikan senja jauh lebih menyenangkan
kebahagiaan ada di mana-mana
kecil-kecil dan sederhana”

Seperti itulah pernah kau pitur padaku
ihwal hidup yang selalu meneduhkan hati
ingin kuberucap, “terima kasih, sahabat”
lembut cahayamu, menghangatkan sanubariku

Salam matahari yang selalu cerah ceria
salam mata angin, boleh kupetik cahaya
sekadar kabarkan senja pada bumi yang lelah
menapaki hari-harinya

Biarkan judul menjadi sebuah pertanda
perjalanan kita kan berakhir menyenangkan
semoga dapat menuai isyarat hati
yang selalu tabah dan berserah

(23 Maret 2011)

Sila diunduh lagunya di
Rafael Yanuar – Judul | http://www.4shared.com/audio/m5uSb-qy/Rafael_Yanuar_-_Judul__Salam_M.html

Terima banyak kasih
, dan sudi kiranya meninggalkan jejak 🙂

Bukan musikalisasi, karena musiknya sudah ada duluan, dan syairnya baru jadi belakangan =)

Setelah Nathan lahir, sulit rasanya mengambil ruang untuk bernyanyi, jadi saya memutuskan untuk rekaman di dapur supaya tak membangunkan Nathan saat bersenandung. Sudah ada tiga lagu, dua di antaranya saya persembahkan untuk Paman Micka, sahabat saya dalam memaknai karya, sedang lainnya untuk karib saya, Bobby. Ketiga lagu tersebut (benar, lagu) masing-masing, Paman Pendongeng, Jemari Pelangi dan Suara yang Tertahan.

Lagu pertama! Paman Pendongeng. Kenapa Pendongeng? Karena Paman Micka suka dongeng, beliau sering menulis puisi tentang dongeng, dan aku sangat menyukainya. Sampai-sampai tiap kali mendengar kata dongeng, aku langsung teringat padanya, demikian sebaliknya, kalau dengar nama Micka, pasti langsung terkenang pada dongeng-dongeng indah yang pernah ia ceritakan 🙂

Lagunya sendiri dibuat kekanakan, dengan nada-nada sederhana, tapi saya coba meraciknya dalam pilihan akor yang merdu :-). Lagi, sepertinya refrain Paman Pendongeng pantas dinyanyikan di lantai dansa (ha ha ha), Paman Pendongeng, kisahkan lagi, tentang dunia yang damai sentosa 🙂

Berhubung merekamnya diam-diam, sampai nyaris berbisik, dengan aplikasi webcam dan sebuah gitar hitam lapuk, ditambah perasaan was-was Nathan bangun, jadilah sebuah lagu tanpa persiapan yang matang namun dipaksa hadir ke permukaan (halah). Baiklah, berikut lirik Paman Pendongeng 🙂

Paman Pendongeng
Lagu dan syair oleh Rafael Yanuar

Jeda sejenak
lihat dan dengarkan
dongeng-dongeng klasik
yang besarkan kita

Cerita Putri Salju
hikayat sepatu kaca Sinderela
begitu lihainya terucap

Semua dapat dikisahkan
dengan pitur arif dan santun

Paman pendongeng
kisahkan lagi
tentang dunia yang damai sentosa
biar cinta menjadi pertanda
lepas prasangka, jerat derita
dan murnikan nurani

Sepasang mata hati
yang bicara dengan hati

Sepasang mata hati
yang bicara dengan sanubari

_@_

Lagu kedua dan ketiga menyusul 🙂
http://www.4shared.com/audio/46cgwg0D/Rafael_Yanuar_-_Paman_Pendonge.htm

Link unduh Paman Pendongeng

(Musikalisasi Puisi) Anjangsana


Anjangsana
Lagu dan syair oleh Rafael Yanuar

G D Em Bm
Laju kereta tua mengingatkanku padamu
C G C D
Tatkala tawamu terabadikan potret waktu
G D Em Bm C
Petang datang dan membingkai ingatan kala kutermenung
G C D
Pandang lepas jendela, gerimis tumpah damaikan perjalanan

G D Em Bm C
Andai hanya ada ingatan meresap kerinduan
G C D
Maka biarkan aku mengais renjana
G D Em Bm C
Aku ingin senja cukup menjadi tanda perjumpaan
G C G
Saat kusambut riuh ramai kotamu
C G
Menanti langkah kala
C D G
Kutemukan rupa senyuman

G D Em Bm C G C D

G D Em Bm
Meresap sepoi angin bergerai padi menguning
C G C D
Kutatap langit menunggu kereta menepi

G D Em Bm C
Bergetar jemari tatkala kujejakan kaki
G C D
Ada keharuan terpagut deru kotamu
G D Em C G
Rintik hujan maknai kembali gambaran perjumpaan
C G C D
Kala senja menggurat candhikala

G D
Ada ingatan terukir manis
Em Bm
direnda mimpi

C G C D

C D G
Meresap sanubari bersamamu

G D Em Bm C D G G7

C G
Meresap sanubari


_@_


Banyak yang bertanya apa maksud dari kata Anjangsana, setahu saya, arti anjangsana adalah kunjungan untuk melepaskan rasa rindu / bersilahturahmi. Saya sudah mengenal kata ini sedari lama 🙂


Anjangsana adalah salah satu lagu favorit saya di antara semua lagu yang pernah saya ciptakan. Seringnya bepergian dengan kereta (tentu saja, demi bertemu istri saya, Novi ;p) mengilhami saya menulis lirik “laju kereta tua mengingatkanku padamu / terkala tawamu terabadikan potret waktu”. Ya, ini memang lagu tentang kereta 🙂


Karena direkam dengan webcam, demi menuntaskan satu lagu, saya membutuhkan berkali-kali pengambilan suara, apalagi mengingat saya tidak bisa bermain gitar, dan lagu ini adalah jawaranya, 23 kali! Artikulasi nada dan napas saya, terus terang, sudah banyak terkikis! -___-“.


Saya juga tidak bisa meminimalkan ukuran file sehingga mempersulit teman-teman untuk mengunduh (tapi saya masih mencoba, kok). Maaf :'(. Selebihnya, saya mengucapkan terima kasih buat teman-teman yang sudi mendengar dan mengapresiasi karya saya.


Kiranya berkenan meninggalkan jejak 🙂


Sila diunduh,

Rafael Yanuar | Anjangsana
http://www.4shared.com/audio/ARenyQdF/Anjangsana.html


Menara Lonceng
Lagu dan syair oleh Rafael Yanuar


Sengaja kutunggu hadirmu
menjemput dekap dalam layung senja
di menara lonceng kulukiskan renjana
sampai kutemukan jalan berpulang
sebagaimana pernah kau piturkan dahulu
meski hanya kursi berderit risau


Dan aku telah cecap rindu dendam
sebelum sempat singgah di pelukmu
kau pagari aku rindu
kau tenun candhikala
dalam layung petang mengukir harap
sempurna sudah, kau datang retas air mata
dalam benang ingatan sampai
satu senyuman terurai


Sepucuk senja tumpah menjadi tinta
melebur dalam kertas
jelma puisi tentang kerinduan
(kemudian diam) sampai malam menuangkan relungnya
(pada dunia)


Sepucuk lain jatuh melebur buih
hilang ditelan kelam
tiada pernah berbekas apa
kecuali kenangan


Dan bintang pun datang sebagai pertanda malam kan
datang dan lambungkan angannya ke angkasa
kuhirup aroma angin sebelum terbawa
pulang bersama senja yang lesap terpagut
: dekapan rindumu


_@_


Saya selalu bermimpi, suatu hari nanti bisa merilis album meditasi, berisikan 10 lagu akustik, mudah dicerna, namun tetap menyimpan kontemplasi, dibalut dalam tempo yang cenderung lamban. Konsepnya sudah ada, lagu dan syairnya pun tersedia. Saya berencana menyusunnya dalam tema kepulangan dan kerinduan. Maksud saya, benar-benar “kepulangan” dan “kerinduan”, kerinduan saat kita bisa pulang ke asali ,tempat orang-orang yang kita sayangi berada. Lalu di akhir perjalanan, album ditutup dengan deklamasi puisi yang dilatari piano.


10 lagu pada album tersebut harus benar-benar menyatu. Ada bagian pada lagu A yang saya sertakan di lagu B, lalu bagian di lagu B bisa didengar lagi di lagu C (saya baru sadar, ini ciri khas saya dalam menulis lagu), entah berupa bridge, potongan syair, refrain atau bahkan instrumen :).


Latar lagu tak harus cinta eros, tapi juga kerinduan pada alam, atau kenangan masa kanak, titik tolak di mana kita berada kini. Dan, pada akhirnya, suara saya cukup diiringi lantunan gitar, piano dan biola, atau kalau bisa, suara harmonika, alat musik kesayangan saya, juga disertakan di dalamnya :).


Semoga mimpi saya bisa terwujud. Saya pasti akan sangat bahagia bila bisa menyentuhnya dalam bentuk nyata :’).


Untuk sementara, nikmati dulu rekaman mentah Rafael Yanuar | Menara Lonceng
http://www.4shared.com/audio/tlBGRXHt/Rafael_-_Menara_Lonceng.html


Sila diunduh & terima kasih
, dan mohon tinggalkan jejak 😉


_@_


Senandung Bintang
Lagu dan syair oleh Rafael Yanuar


Aku percaya pada
kekuatan bintang-bintang
yang berpijar di langit
mampu buatku tesenyum


Sesungguhnya ku percaya pada setiap kata
yang tak terucap pasti akan tersampaikan
Biarkanlah mimpi akan membisikan padamu
rasa cinta yang selalu ada di hati


Aku percaya pada
kenangan-kenangan kita
pasti kan jadi indah
untuk kita rindukan


_@_


Mimpikan Untukku
– Lagu dan syair oleh Rafael Yanuar


Pejamkan matamu lelapkan hatimu
bersama gemerlap gemintang
di sini ku selalu berdoa padamu
mimpikan yang indah tentang kita


Biarkan rembulan temani tidurmu
tersenyum di malam cahayanya
teduhkan hatimu hingga pagi tiba
mimpikan yang indah untukku


_@_


Salam malam, karib. Ada beberapa tambahan, selain ini dua tembang kesayangan saya ;


Mimpikan Untukku menjadi lagu paling membekas di benak, pertama kali diciptakan, musiknya hanya dibalut harmonika. Sederhana sekali, tapi entah mengapa saya selalu terharu tiap kali mendengar & menyanyikannya =’). Bagaimana dengan teman-teman?


Saya kesulitan mengambil nada rendah pada verse Senandung Bintang (do = D), tapi kalau kuncinya dinaikan, bagian refrain pasti akan sangat tinggi, tenggorokan bisa meleleh ;p.


Sengaja saya midley kedua lagu tersebut, karena syair dan musiknya sangat mendukung dan hangat untuk dijadikan lagu tidur (lullaby). Justru suara gitar dan vokal saya masih terdengar fals di sana-sini, semoga teman-teman ada yang mau memerbaikinya.


Sila mengunduh 😉


Rafael Yanuar – Senandung Bintang & Mimpikan Untukku (Midley) | http://www.4shared.com/audio/RC6YveD-/Senandung_Bintang_-_Mimpikan_U.html


P.S. Jangan lupa saran & komentarnya, ya? Karena saya pasti akan menambah daftar musikalisasi di kemudian harinya. Semoga bisa dinikmati =)


Terima kasih
, selamat beristirahat =)


Sekuntum Freesia
– Lagu dan syair oleh Rafael Yanuar


Setangkai rindu tumbuh di kelopakmu
menjadi ihwal perjalanan panjang
engkaulah mimpi, ingin aku kembali pulang
manakala angin bersambut


Kita bisa menyatu dalam
kelopak sepi di ujung malam
di sana, kau ada


Dengarkan aku
bila warna kita kan mati bersama ranggas kemarau
Biarlah, biar saja jasad ini
menyentuh tanah dan membasuh luka


Lembayung, andai melayuh berlalu
kaukah cahaya itu, pengganti terang di malam abu
kita selalu rindu masa seindah freesia
yang mengabarkan warna-warni tanda perjumpaan kita


_@_


Awalnya lagu Sekuntum Freesia tidak dibubuhi rap, tapi setelah mendengar Mucc – Freesia Karma Edit, saya jadi berpikir, “keren juga, ya, kalau ditambah rap.” Akhirnya ada gangguan sedikit setelah refrain, rap saya sangat kacau ;p !


Sekuntum Freesia sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Freesia milik Mucc. Tapi saya terinspirasi oleh bahasa bunga, di mana Freesia bermakna masa kanak-kanak / kekanak-kanakan. Dan arah lagu ini juga ke sana, masa kanak ;). Demikian ;


Saat menulisnya, saya ingat masa kanak di mana “setangkai rindu tumbuh di kelopaknya”. Ia juga menjadi “ihwal perjalanan panjang”, hingga saya “ingin kembali pulang” dan berharap “manakala angin (rindu) bersambut”, “kau ada”. Pada mestinya, saya bisa “menyatu di dalam(-nya) saat kelopak sepi di ujung malam” menumbuhkan impian. Sampai warna-warna kenangan “menyentuh tanah dan membasuh luka.”


Selamat bernostalgia, teman-teman 😉


Sila mengunduh 😉


Rafael Yanuar – Sekuntum Freesia | http://www.4shared.com/audio/nRIE3c4M/Rafael_Yanuar_-_Sekuntum_Frees.html


Semoga bisa dinikmati 😉


Belahan Jiwa
– Lagu dan syair oleh Rafael Yanuar


Belahan jiwa dimana, masihkah kau bersembunyi
mengapa segan tunjukan kasihmu
lama aku ingin jumpa, menuntas labuhan rasa
menahan sepi sungguh hati tak kuasa


Dalam kenisbian, selaksa bayang pun mendekat
pada relung kalbu, adakah senyuman?


Refr.
O, belahan jiwa kutitipkan rindu
lewat sekuntum kembang haru
berharap kan kau peluk cintaku
Nanti pasti kan tiba saatnya kita
jumpa di ranum musim bunga
bawa rindu bermuara
di sekujur impian


Hamparan langit nan hijau, isyaratkan rahasia
bilakah hatiku terdampar di sana?


_@_


Silakan diunduh & dinikmati 😉


Rafael Yanuar – Belahan Jiwa | http://www.4shared.com/audio/E3gMv4z-/Rafael_Yanuar_-_Belahan_Jiwa.html