Tag Archive: lirik lagu


KEBUN ARBEI
Kenangan di Bandung, 2007

Di bulan Oktober —
langit musim penghujan hadirkan rasa tenang
pada gurat sandekala
kau dan aku termenung
dalam hijaunya kebun arbei.

Ada rasa nan teduh ketika melihat
Kilau bunga lembayung rebah dalam rembang senja
kita pun tersenyum —
larut dalam dekapan kota Bandung.

Rasa cinta kini tumbuh dalam hati kita.
Di kebun arbei telah kita jelang
: janji bersama arungi lembar usia dan doa.

Semoga waktu
mampu membuat hatiku terus menjaga rinduku
aku ingin semua menjadi nyata.
Terima kasih
bahwa hadirmu telah membuat hidupku berarti.
Kau seindah senyuman di hati penuh lega
— dalam sahaja cinta, tanpa prasangka.

Rafael Yanuar (01 Oktober 2011)

MIMPI KECIL

Dengarlah, aku punya satu kisah
tentang masa kanak kita — tentang kamu.

Perlahan kau pun datang, duduk di sampingku
kau berkata lirih padaku.

“Tak usah cerita, biar semua kenang
menjadi milik kita, biar kusimpan di dalam hati
dan kujadikan puisi.
Namun berjanjilah, jika aku pergi
tak perlu kau bersedih, dalam setiap bait puisi
aku tak pernah tinggalkanmu sendiri.”

Terkadang aku takut, kebersamaan
tak dapat lagi kita genggam.

Namun kau berkata, bahwa segalanya
tak perlu dirisaukan.
Sebab kenangan ialah jumpa — dan di sana kita dapat
menjaga senyuman, teduh kerinduan
hingga musim berlalu
dan kau bertanya, mungkinkah aku
hanya mimpi kecil di dalam tidurmu?

Rafael Yanuar (19 September 2011)

EMPAT MUSIM

Musim pertama, musim kemarau
di padang-padang hijau angin berhembus.
Di langit senja, layang-layang beterbangan
kau memandang lonceng kecil
bermain dengan semayup sepi.

Musim kedua, musim gugur
semburat jingga daunan, seolah mengerti rindu.
Senja temaram, langit terasa menjauh
kau menjelma angin sejuk
pada aroma teh madu.

Musim ketiga, salju-salju berjatuhan
musim dingin pada puncaknya di bulan Desember.
Malam terlihat lebih bersih dan berkilau
kau melepas kunang-kunang
membuat ruangan menyala terang.

Musim terakhir, musim keempat
salju-salju mencair, bunga-bunga bermekaran.
Benar katamu, setelah dinginnya hari
musim semi kan kembali
dan kita bisa tersenyum lagi.

Musim berganti, tahun-tahun berlalu
kita semakin dewasa dan masih bersama.
Suatu saat nanti kita kan termenung
begitu banyak cinta, doa dan peristiwa
menemani perjalanan kita.

Sampai mata menutup, dan kehidupan tiada
— di tapal batas musim penghabisan.

03 September 2011

Catatan

Lagu duet ke-6 — aku ciptakan buat kekasihku, Noviyanti Souw =).