Tag Archive: Hujan


IHWAL HUJAN

Jika kau mendapati
Pada lantai terlihat titik gelap
Akibat hujan turun semalam
– maka kau tak lagi bermimpi
Berjalan di atas tanah lindap
Dengan segala sajak kelam

Bahkan jika kamu tak mendapati
Sehelai pun awan menaungi
Kita pasti paham
: dia jatuh dari tempat yang jauh lebih tinggi
Dari apa yang dapat
Kita duga

Perumnas Cirebon, 19 Mei 2011 22.43

Gerimis September


Di perkampungan kala gerimis tumpah


Aku benar-benar kehilanganmu, Ayah
kerap kuingat, semburat beku wajahmu
kala genting rumah hampir roboh
kau cekatan memerbaikinya, pun hanya sesaat
tetap nglangut dalam ingatan


Dan gerimis semakin ritmis jelma hujan deras
kau dan aku sama mengeja aksara dalam diam


Aku sayang padamu, Ayah
dan biarkan aku menangis, melekatkanmu dalam ingatan
untuk kuajak serta dalam dekap dan dingin
meski nanti
kau jemput ingatku ke masa lalu, tanpa sosokmu


Aku akan tetap berkata – tersedak dingin September
di rumah tua ini, prasasti sederhana tertulis rapih
pada tembok-temboknya


Ayah, aku merindukanmu


Rafael Yanuar (September 2010)

Hanya ada pagar bambu sebagai pembatas
tempat dingin dan hangat perapian
jelma satu garis pemisah ruang – sedang daun pintu
kian kasut mengeja jawab
pandang sia sosok mungil –
mengeja sepi dalam diri


Di sini
kau bersembunyi, tergetar dalam gigil gerimis
terbengkalai


Kutawarkan sedekap hangat
menggantung jawaban di dinding bisu
sekadar beri sekecup tudung pengibas debu
– debu waktu.


Tapi kau diam
sama menatap rumah
yang pagarnya berbatas tahun
tawarkan hibur meski sementara


Aku terduduk di sampingmu
tergetar napas di pundak teramat kisuh
kita karam sebagai dua sebatang kara
di pelukan hujan ratap


Dan aku
tak mampu banyak menjawab


Rafael Yanuar (07 Oktober 2010)

____


Sumber Gambar
http://www.russian-victories.ru/little_russian_girl_orthodox.jpg