Tag Archive: Catatan Akhir Tahun


Di Tahun 2011

DI TAHUN 2011

Ada 365 pagi telah kita sambut bersama
namun —
adakah satu saja yang benar-benar berkesan
hingga ketika kau pandang kaca jendela di kamarmu
kau hanya bisa tersenyum
merasakan matahari terbit dan bersinar
di hatimu.

Ada 365 senja telah kita lewati bersama
namun —
adakah satu saja yang benar-benar berkesan
hingga ketika kau pandang gurat kemerahan
di langit pukul setengah lima
kau hanya bisa mengingat peristiwa tersebut?

Pun,
ada 365 malam telah kita rayakan bersama
namun —
adakah satu saja yang benar-benar berkesan
hingga ketika kau pandang cerlang bintang bersinar
mencumbu purnama
kau hanya bisa, merindukan masa-masa tersebut?

Ada 365 hari,
— 365 hari beserta kebahagiaan-kebahagiaan baru
bersama lembaran-lembaran buku
berbuku-buku cakram padat
beralunnya nyanyian
pun juga
segala kebaikan semesta
bening di sudut mata
rajutan kenangan
: tahun 2011 yang berlalu begitu saja
adakah kau ingat
sebagai yang berdetak
: di hidupmu?

— 31 Desember 2011 —

Selamat menyongsong tahun baru, teman-teman. Besok tahun 2011 sudah menjadi masa lalu.

10 Album Paling Berkesan di Tahun 2011
Versi Rafael Yanuar

Ada banyak album bagus di tahun 2011. Namun, karena keterbatasan tempat, ada beberapa album (Duran Duran, Yu Takahashi, ANJI, Morfem, Kahitna, back number, moumoon dan banyak lagi) terpaksa tak saya masukan. Sepertinya intensitas saya dalam membeli album bakal banyak berkurang di tahun 2012, mengingat satu-satunya toko musik di kota tempat saya tinggal, gulung tikar.

10 – Adele – 21 (Barat)

Album paling meledak di tahun 2011. Harus dimasukan dalam senarai. Lagipula, lagu-lagunya memang keren banget =).

• Someone Like You
• Turning Tables

09 – PadI – The Singles (Indonesia)

Bertahan 15 tahun di tengah ingar bingar musik Indonesia yang perkembangannya cukup dinamis, meski tidak kondusif adalah sebuah prestasi. Apalagi PadI, sampai album terakhirnya–Tak Hanya Diam, selalu rutin memproduksi karya-karya yang (tak hanya bagus, namun juga) berkualitas. Bagi penggemar PadI, pun semua penikmat musik, album The Singles layak dengar dan dikoleksi.

Track favorit
• Kasih Tak Sampai
• Mahadewi

08 – Ohashi Trio – L
07 – Ohashi Trio – R
(Jepang)

Di tahun 2011, Ohashi Trio merilis dua album sekaligus, L dan R, dan keduanya benar-benar apik hingga rasanya penting untuk dimasukan dalam senarai. Sekadar info, Ohashi Trio, meski ada kata Trio dalam namanya, ia bukanlah trio, melainkan musisi folk-jazz / one-man band yang memainkan seluruh alat musiknya sendiri. Dengan karakter suara nan sendu, lagu-lagu dalam album L dan R, seakan mampu menyentuh benak terdalam penikmat-dengarnya. L dan R seolah dua sisi berbeda dalam kepingan mata uang–R cenderung lebih kelam dibanding L, namun dua-duanya membentuk kesatuan utuh yang tak terpisahkan. Apik.

Track Favorit

(L)
• Be There (feat. BONNIE PINK)
• Wasurenai

(R)
• Anemone ga Naita
• Monster (feat. Hata Motohiro)

06 – Manic Street Preachers – National Treasures: The Complete Singles (Barat)

Album National Treasures: The Complete Singles, merangkum 38 lagu terbaik MSP sepanjang kariernya, sekaligus menjadi awal masa hiatus MSP, entah sampai kapan. Lagu-lagunya disusun berdasarkan tahun rilis dan dirangkum dalam dua CD. Berhubung MSP sering menulis lagu berdasarkan fenomena sosial, mendengarkan National Treasures, kita seakan diajak menyelami banyak peristiwa bersejarah dan penting di dunia. Sedap, bergizi.

Track favorit
• Australia
• If You Tolerate This Your Children Will Be Next

05 – R.E.M. – Part Lies, Part Heart, Part Truth, Part Garbage 1982-2011 (Barat)

Merangkum 37 lagu terbaik R.E.M. sejak tahun 1982, termasuk lagu-lagu terbaru di album Collapse into Now (2011). Di dalamnya ada dua lagu baru, ditambah satu anthem perpisahan, “We All Go Back to Where We Belong”. Menjadi album terakhir sebelum R.E.M. memutuskan bubar pada 21 September 2011. Namun, bukankah kita juga pasti kembali pada satu titik di mana semuanya bermula?

Pada akhirnya, terima kasih, R.E.M. =).

Track Favorit
• We All Go Back to Where We Belong
• Daysleeper

04 – Jikustik – Kembali Indah (Indonesia)

Setelah menyusut dengan menghilangnya Pongki, Jikustik kembali utuh dengan kedatangan vokalis baru, Brian. Meski disebut new-Jikustik, saya merasa album Kembali Indah justru mengembalikan ciri khas Jikustik. Di beberapa lagu, Icha masih berduet dengan vokalis utama, meski range suara Brian kini lebih tinggi, dan masih ada suara latar “hai hya hya” di bagian refrain. Lagu-lagunya dinyanyikan dengan nyaman, nuansa pop masih mendominasi, meski ada sedikit sentuhan jazz, R&B dan pastinya, akustik kalem khas Jikustik (^_^)a.

Track favorit
• Pujaan Hatiku
• Kembali Indah

03 – Dir en grey – Dum Spiro Spero (Jepang)

Diru boleh dibilang satu-satunya band visual kei yang terus membuat lompatan dengan perkembangan-perkembangan baru. Setelah sukses bereksperimen di album UROBOROS, mereka kembali hadir dengan riliian baru, DUM SPIRO SPERO di pertengahan tahun 2011 — meski sepertinya lagu-lagunya bukan u/ telinga manusia. Dengan album tersebut, Diru seolah ingin menyiksa batin pendengarnya sampai benar-benar hancur dan tak tersisa. Saya sendiri mulanya tak tahan mendengar satu persatu lagunya (sudah lama meninggalkan musik metal juga), tapi lama-lama, — tetap tak tahan! Meski tersisa beberapa nomor catchy seperti Hageshisha To, Kono Mune No Naka De Karamitsuita Shakunetsu No Yami (judulnya memang panjang), album Dum Spiro Spero didominasi raungan tak jelas Kyo dan instrumentalia rumit plus berat khas Diru. Tapi, bukankah begini seharusnya Visual Kei? Jenius dengan caranya sendiri.

Track favorit
• Hageshisha To, Kono Mune No Naka De Karamitsuita Shakunetsu No Yami
•The Blossoming Beelzebub

02 – R.E.M. – Collaps into Now (Barat)

Album Collaps into Now membangun energi positif R.E.M. dalam melodi dan lirik lagu-lagunya. Seluruh lagu di sini unggul dengan caranya sendiri. Saya bahkan kesulitan mencari mana yang terbaik, semuanya sama hebatnya. Luar biasa!

Track favorit
• Discoverer
• Everyday is Yours to Win

01 – Dian HP dan Sitok Srengenge – Semesta Cinta (Indonesia)

Bagaimana jika bait-bait puisi dirayakan dalam orkestrasi nan indah dan menyejukan, di mana tiap lagunya dinyanyikan sepasang penyanyi (duet) dengan sangat menawan? Bagaimana jika syairnya merangkum makna cinta dengan penghayatan alam semesta nan syahdu, hingga memberikan ruang perenungan mendalam pada penikmat dan pengapresiasi? Maka, album Semesta Cinta, tak lagi sekadar enak didengar.

Track favorit
• Ruang
• Cahaya

— 31 Desember 2011 —

Senarai lainnya:
10 Lagu Indonesia
10 Lagu Barat
10 Lagu Jepang
10 Buku
10 Album

Goodbye, 2011.

Happy New Year 2012!

Senarai 10 Lagu Jepang Paling Berkesan di tahun 2011
Versi Rafael Yanuar

No J-Pop no life! Berikut senarai 10 lagu Jepang paling berkesan di tahun 2011.

10 – Supercell – Yoru ga Akeru yo
(Today is a Beautiful Day)

Mau bagaimana lagi? Melodinya syahdu banget. Komposisi musiknya benar-benar meneduhkan. Ada acara menghitung domba segala di tengah-tengah lagu (=_=)V. Apa boleh buat, sepertinya memang harus dimasukan dalam senarai =).

1 sheep, 2 sheep, 3 sheep.

09 – Tokyo Jihen / Tokyo Incident – Onna no ko wa Dare Demo
(Daihakken)

Saya selalu kesulitan mencerna lagu-lagu Tokyo Incident. Mungkin karena musiknya terlalu rumit (=_=)V. Tapi, entahlah, saya selalu penasaran dengan karya-karya terbarunya. Kejeniusan para personilnya memang patut diacungi jempol.

Onna no ko wa Dare Demo menjadi salah satu lagu di album terbaru Tokyo Incident, Daihakken. Orkestrasi full bernuansa jazz, memberikan suasana megah di sepanjang durasi. Melodinya cukup “sederhana” jika dibandingkan dengan lagu-lagu Tokyo Incident lain. Aransemen, terutama waktu perpindahan tempo, begitu dahsyat dan mengagumkan. Lagunya dituntaskan Shiina Ringo dengan sangat melegakan.

08 – Yu Takahashi – Fukuwarai
(Realtime Singer Songwriter)

Fukuwarai menjadi salah satu lagu paling berkesan di album perdana Yu Takahashi, Realtime Singer Songwriter. Melodinya nge-pop dan kalem, refrainnya mudah sekali diingat, warna vokalnya sangat berkarakter, dan–lagi-lagi, lirik cerewet Yu Takahashi memberi nilai lebih di sini. Keren =).

07 – The Elephant Kashimashi – Winding Road
(Winding Road / Tokyo Kara Manma de Uchu)

Band senior Elekashi (usianya sudah tiga dekade lebih) kembali merilis single terbarunya di tahun 2011. Vokal (ngotot) Hiroji sepertinya masih menjadi daya tarik utama di Winding Road, meski lagunya sendiri mengingatkan saya pada lagu-lagu Elekashi kebanyakan, terutama Koyoi no Tsuki no You ni. Tapi melodinya tetap enak didengar, pop easy listening dengan sedikit sentuhan country =).

06 – MONKEY MAJIK – Tobira
(Headlight)

Seperti biasa, MONKEY MAJIK hadir dengan musik nan simpel dan menyenangkan. Vokal Maynard terdengar santai di sini. Lirik bahasa Inggrisnya pun dinyanyikan dengan sangat fasih dan bersih. Beat-nya sederhana, namun dirangkai dengan tepat. Salah satu lagu paling ganggu di tahun 2011.

Maybe I’ll wait and pray for something new.

05 – Ikimonogakari – Aruite Ikou
(Aruite Ikou)

Balada musim dingin Ikimonogakari.

Ikimonogakari selalu berhasil menempatkan orkestrasi dalam lagu-lagunya, hingga mampu membuatnya menyatu dengan jalinan musik secara keseluruhan. Tak terkecuali Aruite Ikou. Mendengar Aruite Ikou, saya seperti berada di depan perapian, ditemani secangkir kopi, sambil merenung salju-salju mengembun di jendela. Suara Kiyoe menimbulkan suasana hangat dan melegakan, meski saya tak tahu, dia sedang menyampaikan apa dalam liriknya (=_=)V.

04 – back number – Hanataba
(Superstar)

Saya tak pernah mendengar nama back number sebelumnya, dan iseng mengunduh salah satu lagunya, Hanabira, hanya karena ada kata ‘hana’ di dalamnya. Ternyata cukup enak. Beberapa waktu kemudian, barulah saya menemukan Hanataba, balada kalem namun dibawakan dengan nyaman o/ para personilnya. Saya paling takjub dengan aransemen lagunya. Terutama penembatan bait pada bagian penutup. Di luar dugaan.

03 – Ohashi Trio – Monster (featuring Hata Motohiro)
(R)

Bagaimana jika dua solois dengan keterampilan teknik dan ekspresi yang tinggi digabungkan dalam satu lagu?

Ohashi Trio, one-man band, bukan trio, biasa memainkan seluruh alat musiknya sendiri. Vokalnya sangat berkarakter. Pertama kali mendengar suaranya di lagu CRYIN, saya langsung jatuh hati padanya! Di tahun 2011, Ohashi Trio merilis dua album sekaligus, L dan R, dan keduanya benar-benar luar biasa.

Hata Motohiro, kedahsyatan vokal baja dan kacanya tak perlu diragukan lagi! Salah satu solois terbaik Jepang, mampu mencapai range nada tinggi dengan mudah — seolah sedang bicara saja. Penghayatannya benar-benar tanpa cela, membuat suaranya mampu menyatu dengan alat musik pengiringnya.

Baiklah, bagaimana jika kedua musisi jenius tadi digabungkan? Monster!

02 – L’Arc~en~Ciel – CHASE
(BUTTERFLY)

Heran. Semakin tua semakin terlihat saja aura rock n’ roll-nya — terutama ken. Setelah bereksperimen dengan musik dangdut di lagu X X X, kini Laruku kembali membuat lompatan dengan merilis single CHASE.

Selain lagunya nge-ROCK (benar, saya menulisnya dengan huruf kapital semua) dan dipenuhi beat-beat berat dan cepat, CHASE juga sangat pas diputar di lantai dansa. hyde bernyanyi dengan vokal serak santainya di sini, ketika memasuki refrain, barulah ia menguras tenaga dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya. Permainan tetsuya juga sangat apik, mampu mengimbangi “berisik”-nya instrumentalia lain, betotannya basnya terdengar berat dan tajam. ken, meski minimalis, kocokan gitarnya mampu membakar jiwa lagunya dengan sangat! Saya paling suka dengan permainan yukihiro, gebukan dramnya seperti tabuhan taiko. Apalagi pada bagian breakdown — di mana semua komponen terkesan kejar-kejaran. Keren. Keren pisan!

L’Arc~en~Ciel masih ada, Bung! =)

01 – moumoon – Chu Chu
(Chu Chu)

Terima kasih. Mau dengan alasan apapun, saya pasti dianggap diskriminatif. Tapi suara YUKA di sini benar-benar adiktif. Lagu PALING ganggu di tahun 2011! Musiknya dibalut dengan nada-nada ceria a-la moumoon, melodinya benar-benar cantik dan mudah dicerna. Vokalnya pun terdengar manis. Sejak pertama dengar, lagunya langsung menancap di benak. Renyah sekali. Hanya seperti ciuman. Bikin heran =).

You gotta come on, look at me, I wanna chu chu kiss me. Go on, let me feel your heartbeat so sweet!

Senarai lainnya:
10 Lagu Indonesia
10 Lagu Barat
10 Buku
• 10 Album (sedang disusun)

— 28 Desember 2011 —

Senarai 10 Buku Paling Berkesan di tahun 2011
Versi Rafael Yanuar

Siapapun yang mengenal saya pasti tahu saya suka sekali dengan hal-hal yang berbau dongeng, mitologi, cerita rakyat dan semacamnya. Jadi, bacaan saya pasti tak jauh-jauh dari sana =).

10 – Almustafa – Kahlil Gibran
(Mizan Media Utama / Bentang)

“Sebab seperti cinta-Nya terhadap anak panah yang melesat, Ia pun mencintai busur yang kuat.”

Sang Nabi Kahlil Gibran, diceritakan kembali oleh penyair Sapardi dengan sangat cantik. Setiap petuah dipisah menjadi bab-per-bab hingga memudahkan kita membacanya (bisa dibaca per-bab). Salah satu terjemahan terbaik The Prophet di Indonesia.

09 – Gadis Korek Api – H. C. Andersen
(Atria)

Atria Jelas membantu pembaca menemukan kembali dongeng-dongeng klasik H. C. Andersen dalam satu buku. Terjemahannya baik sekali, bahkan di beberapa bagian, bisa menjadi sangat puitis. Kelemahannya hanya satu, tak adanya daftar isi.

08 – Mitologi Yunani – Edith Hamilton
(Oncor Semesta Ilmu)

Tiba-tiba saja ada penerbit yang berbaik hati merangkum kisah-kisah mitologi Yunani dalam satu buku.

Oncor nama penerbitnya. (Straight to the point) Mitologi Yunani judul bukunya. Isinya ‘cukup’ lengkap–dewa-dewi penghuni Olimpus, kisah cinta manusia dan dewa, sampai perang Troya dan dongeng-dongeng kuno–meski pembahasannya tidak terlalu mendetail (mungkin karena diambil dari sumber yang tak cukup tua). Tapi okelah, Mitologi Yunani bisa dijadikan koleksi berharga bagi para pecinta mitologi. Terlebih karena bahasanya mudah dicerna dan enak dibaca =).

07 – Aku dan Hujan – Banyak Penulis
(LiniKala)

Jika ingin mencari kumpulan cerita lengkap selengkap-lengkapnya tentang hujan (mulai dari cerpen, puisi, prosa, curhatan, buku harian, sampai entah-apa-namanya) dalam satu buku, maka kau sedang membaca judul yang tepat! Banyaknya penulis dalam Aku dan Hujan menjadikan hujan tak melulu kelabu. Rintiknya seakan diwarnai dengan duabelas pastel hingga semaraknya melebihi pelangi (meski sebagian penulis sepertinya suka warna-warna gelap). Sangat nikmat dibaca ketika cuaca sedang mendung dan hati sedang diliputi rasa galau mendalam.

P.S.
Aku dan Hujan dirangkum dan disusun melalui situs menulis jejakubikel.com, bagi yang ingin membeli bukunya, bisa menghubungi tiga admin di situs tersebut, @daprast, @therendra dan @pramoeaga (twitter). Lewat saya juga boleh, nanti bisa saya sampaikan pada mereka–jika stok bukunya masih ada.

06 – Pangeran Pencuri (Herr Der Diebe) – Cornelia Funke
(Gramedia Pustaka Utama)

Maukah kamu mengikuti petualangan pangeran pencuri bersama kroni-kroninya di Venezia–kota yang berdiri di atas air, di mana kanal-kanal mengalir menyelimuti bangunan-bangunan kuno? Tahukah kamu, di sudut-sudut tak terlihat, sekelompok anak jalanan harus menyambung hidup dengan mencuri? Bersama Prosper dan Bo, kita bakal diajak menelusuri lekuk-lekuk Venezia, seakan kita sendiri sedang berada di sana.

Sebuah kisah manis tentang persahabatan, dibalut dengan petualangan nan seru dan hangat. Perkara-perkara (jenaka) yang dialami para tokohnya sangat menarik untuk diikuti. Meski saya sendiri cukup shock ketika mengetahui siapa sosok dibalik Pangeran Pencuri tersebut =).

05 – Pangeran Bahagia – Oscar Wilde
(Serambi)

Di antara seluruh kisah dalam buku, mungkin hanya Pangeran Bahagia bisa dikategorikan dongeng. Sisanya Oscar Wilde banyak menyajikan kisah-kisah humanis-spiritual nan suram dan gelap di sini. Ceritanya ditulis dalam bentuk puisi-prosa, membuat kita (seperti) menemukan Gibran-versi-lain ketika membacanya. Setiap judul ditulis dengan puitis, mistis, namun juga, melegakan.

04 – (01) The Iliad of Homer / (02) The Odyssey of Homer
(Oncor Semesta Ilmu)

Siapa tak mengenal Homerus? Penyair terkemuka dunia barat. Perang akbar Troya dikisahkannya dalam dua buku, dengan sangat-sangat-sangat menawan! Kisah dalam bukunya sempat diadaptasi menjadi film berjudul TROY (ada di sampul bawah bukunya), meski ceritanya sendiri diubah dengan sangat semena-mena (dewa-dewi, tokoh sentral dalam perang Troya, tidak dilibatkan dalam film tersebut).

Dua buku Homerus dapat dijadikan penyejuk, di tengah maraknya novel-novel dengan latar belakang mitologi tanpa memedulikan kebenarannya. Terjemahannya bagus dan tak menyimpang, enak dibaca, detail dan mendalam. Sangat direkomendasikan bagi semua pecinta buku dan sejarah. Keren, pokoknya =).

03 – Tagore dan Masa Kanak – Rabindranath Tagore
(KPG, 2011)

Seringkali, pembangunan karakter berhenti di masa kanak. Lalu, bagaimana dengan masa kanak Tagore — penyair, pelukis, pencipta lagu, dan peraih Nobel Sastra 1913? Menarik! Kita bisa melihat keakraban seorang ayah dengan anaknya dan kedekatan kakek dengan cucunya. Kisah-kisahnya terangkum apik dan menarik, setiap judul disampaikan dengan hangat dan puitis. Tagore berhasil menyajikan potret India zaman dulu dalam bingkai kerinduan masa kanak, seolah ingin membangkitkan kembali kenangan di benak pembaca. Sederhana, bersahaja =).

02 – Gadis dengan Kaki dari Kaca (The Girl with Glass Feet) – Ali Shaw
(Gramedia Pustaka Utama)

Keindahan kepulauan St. Huda dijelaskan dengan sangat mendetail di sini, bahkan, nyaris separuh buku berisikan deskripsi. Kisahnya cenderung kelam, suram dan menyeramkan. Sang penentu takdir, menggariskan nasib para tokoh, termasuk kisah cinta Ida dan Midas–dua tokoh utamanya, benar-benar tak bahagia.

‘Tak bahagia’ dan ‘menyeramkan’ di sini bukan berarti horror, melainkan menyadari, betapa kematian tak pernah pergi jauh, ia bisa sangat dekat, bahkan tak berjarak dengan kita, dan kapanpun, ia bisa memeluk kita dengan tangan-tangan transparannya.

Tak ada konflik berarti di sepanjang halaman novel The Girl with Glass Feet, kecuali konflik batin tokoh-tokohnya. Tapi, entah kenapa, saya hanyut dalam kisahnya. Bahkan, sampai menangis membacanya! Bukan novel yang mudah dilupakan, meski isinya 80%, maaf, 90% suram.

01 – Gadis Jeruk – Jostein Gaarder
(Mizan, 2011)

Dalam Gadis Jeruk, Jostein Gaarder masih menggunakan metode cerita-di-dalam-cerita dan surat-menyurat seperti kebanyakan novelnya. Tapi kali ini lebih sederhana, misterinya cenderung indah dan romantis.

Georg Roed, seorang anak yang tinggal di Oslo – Norwegia bersama Ayah tiri, Ibu dan adik tirinya, pada usianya yang ke-15, menerima surat dari Ayah kandungnya, Jan Olav, yang ditulis sebelas tahun lalu, tepatnya waktu Georg masih berusia empat tahun. Surat tersebut ditulis beberapa hari sebelum ayahnya dirawat di rumah sakit dan meninggal. Sebagai seorang ayah, Jan Olav ingin menuturkan pelajaran hidup pada putranya, Georg. Hanya saja, saat itu putranya masih berusia 4 tahun, masih terlalu muda untuk menerima pesannya.

Alih-alih menulis “wasiat” yang penuh dengan pesan dan petuah, Jan Olav justru menuturkan “dongeng” kisah cintanya dengan seorang gadis misterius yang ia juluki Gadis Jeruk. Surat itu pun diketik rapi di sebuah komputer lama, dan hasil print-nya disembunyikan di sebuah sepeda tua, dan baru ditemukan sebelas tahun kemudian.

Dongeng pun dimulai. Perjumpaan Jan Olav dengan Gadis Jeruk adalah ketika ia melihat seorang perempuan dengan anorak berwarna jingga, membawa sekeranjang jeruk di sebuah trem yang ia naiki. Jan Olav pun terpana.

Ketika melihat jeruk yang dipegang perempuan tersebut nyaris jatuh, Jan Olav langsung berusaha menolongnya, meski akhirnya ia justru membuat suasana semakin kacau: jeruk-jeruk berjatuhan dan berhamburan di dalam trem. Dengan polosnya, Jan Olav, yang waktu itu baru berusia 19 tahun, mengambil satu persatu jeruk tersebut.

Gadis Jeruk pun kesal, tapi, alih-alih menerima kembali jeruk yang dikumpulkan, ia malah menggoda Jan Olav dengan hanya meminta sebuah. Jan Olav hanya diam. Sebelum dia menyadari tengah menggendong sekian banyak jeruk, dan mendapat tatapan jenaka dari penumpang trem lain.

Setelah perjumpaan pertama tadi, Jan Olav jadi terobsesi. Ia ingin bertemu lagi dengan Gadis Jeruk. Ia pun mencari nama dan tempat tinggal gadis tersebut. Meski hasilnya nihil, sebab satu-satunya petunjuk yang ia punya hanyalah jeruk-jeruk di tangannya. Pertemuan singkat di trem, dan bakatnya sebagai seorang dokter, membuatnya terus menerka-nerka keberadaan gadis tersebut.

Tapi, pada akhirnya, kebetulan demi kebetulan (yang ternyata bukan kebetulan) membuat mereka kembali bertemu. Jan Olav menemukan Gadis Jeruk di sebuah kafe, di pasar tradisional dan di dalam gereja. Uniknya, perjumpaan demi perjumpaan hanya diisi percakapan-percakapan kecil.

Saking tertarik dengan Gadis Jeruk, Jan Olav sampai
menembus batas negaranya, dengan mengunjungi sebuah perkebunan jeruk di Sevilla Spanyol. Sebuah kota yang letaknya bermil-mil jauhnya dari tempat tinggalnya di Oslo.

Dan kita akan menemukan berbagai kejadian penuh keajaiban di sepanjang halaman buku. Bukan keajaiban yang luar biasa, melainkan keajaiban sederhana yang tak terduga. Pada akhirnya, betapa segalanya menjadi begitu mungkin.

Saya tak mungkin membocorkan seluruh kisahnya di sini, tapi ada satu hal yang pasti, Gadis Jeruk adalah bacaan yang indah. Penuturannya santai dan tenang. Sebuah “dongeng” manis yang punya daya pikat luar biasa.

Lalu, “Dongeng hebat apakah yang sedang kita jalani dalam hidup ini?”

=)

Senarai lainnya:
10 Lagu Indonesia
10 Lagu Barat
• 10 Lagu Jepang (sedang disusun)
• 10 Album (sedang disusun)

— 24 Desember 2011 —

Senarai 10 Lagu Barat Paling Berkesan di Tahun 2011
Versi Rafael Yanuar

Sebenarnya, ada (terlalu) banyak lagu barat bagus dan berkesan di tahun 2011, dan jujur, saya kesulitan merangkumnya menjadi 10 (saja). Namun, berikut 10 terbaik di antaranya.

10 – Adele – Turning Tables
(21)

2011 sepertinya menjadi tahunnya Adele. Namanya sering disebut-sebut sebagai musisi berbakat (dan calon diva, mungkin?) Karakter vokal dan lagu-lagunya memang nyaman didengarkan, terlebih ketika hujan sedang lebat-lebatnya dan hati sedang dilanda rasa galau mendalam #eh. Sebenarnya, seluruh lagu dalam album 21 memiliki kekuatannya masing-masing. Tapi, buat saya, Turning Tables-lah yang terbaik =).

09 – Coldplay – Paradise
(Mylo Xyloto)

Saya bukan penggemar Coldplay dan hanya tahu beberapa lagunya saja. Tapi, setelah mendengar Paradise di radio, saya jadi ingin mencari albumnya. Paradise dibuka dengan barisan suara keyboard, sebelum instrumentalia lain mengisi ruang-ruang kosong di lagu tersebut. Katanya, nuansa Paradise mirip dengan lagu-lagu Coldplay di awal karier? Boleh dicoba =D.

08 – Christina Perri – A Thousand Years
(The Twilight Saga: Breaking Dawn)

Meski film-nya sama sekali tak bisa saya nikmati (dikepung fans Twilight), lagu-lagunya ternyata cukup enak didengar. Salah satunya balada milik Christina Perri — A Thousand Years, terlalu sayang jika dilewatkan, bukan?

07 – Westlife – Lighthouse
(Greatest Hits Vol. 2)

Lighthouse menjadi single terakhir sebelum Westlife mengadakan konser perpisahan di tahun 2012. Lighthouse berhasil membangun emosi di benak pendengar, meski melodinya sendiri mengingatkan saya pada lagu-lagu Take That.

06 – Taylor Swift – Mine
(Speakout)

Awal tahun 2011, karena memenangkan sayembara di salah satu website musik, saya mendapatkan album Taylor Swift – Speakout (rilisan 2010) secara cuma-cuma. Beruntungnya saya! Selain paras penyanyinya secantik peri (Tuhan mungkin lupa memasangkan sayap di punggungnya), ternyata lagu dan suaranya juga enak didengar. Mine salah satunya. Padahal sebelumnya saya jarang mendengar lagu-lagu Taylor Swift.

05 – Foster the People – Pumped Up Kicks
(Single)

Pertama kali dengar Pumped Up Kicks, kok rasanya aneh, tapi lama-lama asyik juga. Lagunya catchy, liriknya unik. Saya paling suka siulan di bagian interlude-nya. Salah satu lagu paling ganggu di tahun 2011 =).

04 – Jason Mraz – The World As I See It
(The World As I See It)

The World As I See It terdengar begitu santai dengan instrumentalia perkusi, dram dan gitar. Vokal khas Mraz cukup menggugah di sini, meski beat-nya sendiri cukup sederhana jika dibandingkan dengan lagu-lagu Mraz lain. Layak coba =).

03 – Simple Plan – Astronaut
(Get Your Heart On)

Berbeda dengan dua single sebelumnya, Astronaut cenderung slow. Namun, justru di sanalah letak kekuatannya. Di bagian verse, Pierre bernyanyi hanya dengan gitar, ketika memasuki refrain, barulah instrumentalia lain ikut mengiringi. Bagian klimaks ada pada refrain menjelang outro, begitu mendalam.

02 – Manic Street Preachers – This is the Day
(National Treasures: The Complete Singles)

Band barat favorit saya! Meski sudah senja usianya, semangatnya masih muda saja. This is the Day menjadi satu-satunya lagu baru di album the best MSP, National Treasures. Untunglah, lagunya lumayan enak didengar, dan bisa menjadi pengobat rindu para fans-nya.

Lagu Barat paling berkesan di tahun 2011 justru menjadi anthem perpisahan sebuah band legendaris dunia —

01 – R.E.M – We All Go Back to Where We Belong
(Part Lies, Part Heart, Part Truth, Part Garbage 1982-2011)

We All Go Back to Where We Belong menjadi single terakhir R.E.M sebelum memutuskan bubar pada tanggal 21 September 2011, lagunya begitu emosional. Mungkin karena momennya tepat — perpisahan, dan tak ada satupun perpisahan yang menyenangkan. Ada rasa sedih ketika mendengarnya. Namun, saya yakin, R.E.M bakal kembali, meski dalam bentuk reuni. Bagaimanapun, selamat jalan, R.E.M. Terima kasih buat karya-karya terbaiknya =).

— 14 Desember 2011 —

Senarai 10 Lagu Indonesia Paling Berkesan di tahun 2011
Versi Rafael Yanuar

Ternyata saya cukup banyak mendengar lagu Indonesia di tahun 2011. Tema cinta masih sangat mendominasi, dan memang tak mungkin terganti. Ada banyak yang bagus dan berkesan. Berikut 10 di antaranya =D.

10 – Pongki Barata – Menari di bawah Hujan
(Sunrise)

“Hidupmu tak berhenti, meski kau sedang patah hati.”

Beginilah, jika lagu patah hati dikemas dengan melodi nan segar dan powerfull. Liriknya positif, beat-nya asyik, dan, — “Deras, badai, hujan bukanlah penghalang, cinta sejatimu menunggu di depan, apapun terjadi, menari di bawah hujan!” — adiktif!

09 – Kerispatih – Menjemput Impian
(V.A. – Tribute to KLa Project)

“Sekian lama waktu telah mengurai makna, cinta kita gemerlap terasah masa.”

KLa Project jelas salah satu band paling berpengaruh di Indonesia. Tak heran ketika KLa berencana merilis album tribute, banyak musisi ingin ikut berkontribusi. Sebenarnya, Menjemput Impian bukan lagu terbaik di album tersebut, hanya saja, saya terlalu suka vokal Fandi di sini. Lagu Menjemput Impian menjadi sangat Kerispatih tanpa harus meninggalkan ke-khas-an versi aslinya.

08 – Gugun Blues Shelter – Jangan Berkata dalam Hati
(Single)

“Jangan berkata dalam hati.”

Aransemennya pas, vokalnya mantap, semakin sering diputar, semakin sadar, bahwa saya sedang mendengar lagu bagus. Benar, sebaiknya jangan berkata dalam hati, jika hal tersebut memang perlu dibicarakan =).

07 – Sheila on 7 – On the Phone
(Berlayar)

“I’ve been loving you since the first time on the phone.”

Selain “keren”, sebenarnya saya bingung mau menulis apa lagi tentang “On the Phone”, lagu paling istimewa di album “tersegar” Sheila on 7, Berlayar. Saya merasa On the Phone, baik tema, musik dan liriknya, berbeda dibanding lagu-lagu lain di album tersebut. Menyenangkan =).

06 – RAN – Kulakukan Semua Untukmu
(Hop3)

“Janganlah engkau berubah, dalam menyayangi dan memahamiku.”

Lagu “Kulakukan Semua Untukmu”, sejak dinyanyikan duet Fatur dan Nadila, sampai didendangkan trio cerdas RAN, tetap saja asyik didengarkan, hanya saja, kini RAN membawanya dengan nuansa groovy nan kental. Cerdas.

05 – Budi Doremi – Doremi
(Single)

“Soal cinta luar biasa, lama-lama bisa gila.”

Pertama dengar lagu Doremi diputar di radio, saya langsung suka. Liriknya unik, musiknya menarik, namun tetap easy listening. Dan lagunya, sangat berpotensi membuat jempol kaki bergoyang =).

04 – Yohanna Nainggolan – Hanya Untukmu
(Nyai Duesseldorf)

“Siapa yang dapat memisahkan kita, jika maut pun tak bisa?”

Potongan syair Sunda di tengah durasi benar-benar bikin merinding! Lagunya sendiri terdengar klasik dengan suara emas Yohanna Nainggolan di bagian vokal. Liriknya merupakan petikan dari novel Nyai Duesseldorf karya Zeventina. Dan, alangkah benar kata-kata dalam lagu tersebut, sampai kapanpun, cinta selalu lebih kuat dan kekal dari maut.

03 – PadI – Tempat Terakhir
(The Singles)

“Kau bagaikan angin di bawah sayapku, sendiri aku tak bisa seimbang.”

Sebagaimana mata merindukan cahaya, dan sunyi mengagungkan suara, selamanya, manusia bakal terus mencari, di mana damai bisa ditemukan. Barangkali, “Kau” di sini bukan hanya ditujukan pada sesama—horisontal, namun juga pada Tuhan—vertikal.

02 – Ary Kencana & Hedi Yunus – Ruang
(Dian HP dan Sitok Srengenge – Semesta Cinta)

“Aku kosong abadi yang menghendaki kau sebagai isi.”

Seusai hujan, langit tampak bersih, seolah hati ikut dibasuh, ketika memandangnya. Begitulah perasaan saya ketika mendengar album Semesta Cinta. Menangis, bukan lagi media menumpahkan suka dan duka, melainkan sebuah kesadaran, untuk apa kita sebenar-benarnya diciptakan.

Usai mendengar album tersebut, saya pun bertanya, “Bagaimana kehidupan dan kematian bisa menjadi begitu layak?” — dan ketika air mata mulai mengering, saya dapat melihat, jawaban sebenar-benarnya hanya satu, cinta.

Baiklah, kita sudah memasuki garda depan. Berikut lagu Indonesia paling berkesan di tahun 2011

01 – Jikustik – Pujaan Hatiku
(Kembali Indah)

“Karena, kau pujaanku.”

Rayuan pada kekasih sudah ada sejak ribuan tahun lalu, dan manusia, tak pernah sekalipun kehabisan kata. Mungkin, karena kata tak pernah usai memuja cinta, lagu-lagu romantis pun banyak tercipta. Termasuk Pujaan Hati. Dalam lagu tersebut, nuansa jatuh cintanya benar-benar tersampaikan. Coba saja =).

— 12 Desember 2011 —

Selamat Tahun Baru


Selamat Tahun Baru 2011 =D


Kini tiba saatnya kita mengevaluasi diri dan menengok apa saja yang telah kita tabur dan kita tuai pada tahun 2010, lalu menimbang-nimbang kembali dan mengukur seberapa jauh kita melangkah.


Sampai pada akhirnya, kembang api menjadi penanda, lembaran baru telah dimulai, dan kita melangkah mendaki pagi yang dini, sambil berucap “Selamat Tahun Baru”


, hingga harapan menggema, kumandangkan gelora jiwa.


=)


10 Lagu Jepang favorit Rafael Yanuar sepanjang tahun 2010


01 Hata Motohiro – Ai
02 Exile – Motto Tsuyoku
03 Kobukuro – Ryusei
04 Ryuichi Kawamura – Dakishimete
05 Moumoon – Sunshine Girl
06 Ikimonogakari – Arigatou
07 D.W Nicols – Harukaze
08 Superfly – Eyes on Me
09 Triplane – Yuki no Asterisk
10 Monkey Majik – Sakura


_@_


Inspirasi : Rekan Ajirenji (ajirenji.blogspot.com)

Catatan Akhir Tahun I


Ruang kosong di antara perbatasan tahun, adalah tempat di mana kita bisa menikmati kebersahajaan dan meresapi ruang jeda untuk (sebentar) melupakan hiruk pikuk dunia. Dan aku selalu senang berdiam di ruang di mana musik mengalun dengan sangat perlahan, seakan-akan diciptakan untuk malam


Kadang aku mengira waktu akan segera berakhir seiring menipisnya lembar Desember, dan merasa gentar memasuki putaran baru yang masih bersih dari kesalahan. Tapi, waktu bukanlah keabadian, ia terus berputar seiring lembar-lembar pertemuan, dan menghitung lahan perlahan. Mungkin hal itulah yang mendorong kita untuk sigap menyiasati perubahan dan membangkitkan perasaan, semangat dan harapan baru pada tahun 2011.


Maka, Selamat Menjelang Tahun Baru, teman-teman. Semoga di perbatasan tahun ini, selaksa doa diuji dan ditanam demi sebuah kembang nan ranum dan mekar =)


May the year that is about to start be filled with happiness =)