Latest Entries »

BERKILAU
(Terjemahan bebas lagu Wacci – Kirameki
OST. Shigatsu wa Kimi no Uso
bisa dinyanyikan, lho)

bahkan saat aku bersedih
kau mampu membuatku tersenyum,
dunia jadi kembali bersemi
saat kita bertemu.

mari kita lalui lagi
jalan yang sudah mengenal
langkah yang kita bina,
saat hujan berhenti,
saat lembut angin menyapa kota.

bila kita bersama, aku selalu berharap
hari ini berlangsung selamanya.
tapi semua berubah,
saat aku menatap
sepasang matamu dan mengatakan:

aku ingin menyentuh lagi
hangat tanganmu yang kurindu,
bersama denganmu, menjalani hari
aku tak butuh apa pun lagi.

engkaulah satu yang kunanti
menghias relung mimpi-mimpi
bagaimana mungkin
aku mampu bertahan sendirian?

meski berpaling, aku tahu
kau tak lagi ada di mana pun,
namun suaramu masih terdengar
menyentuh seluruh ruang
dalam hatiku.

andaikan aku mampu
mengulang hari-hari,
saat kita berjalan di musim semi.
kini, rimbun sakura serupa rona senja,
daunnya mulai seindah lembayung.

lalu aku teringat lagi
kenangan lama bersamamu,
pipimu merona, rekah bagai bunga,
izinkanlah aku melihatnya mekar.

kini, harapanku melayang
bersama daun-daun jingga—
mampukah dengannya
kerinduan ini
tersampaikan?

bila waktu beringsut sunyi
suaramulah yang kunanti
mendengarnya saja, hatiku seperti
terlindung dalam kehangatan peluk.

sebab kaulah yang membuat
hari-hari yang bersahaja
menjadi harta yang tak mungkin terganti,
“terima kasih.”

View full article »

Iklan

Ibu

suatu pagi.
aku menemukan musim gugur,
dalam secangkir teh
yang kauseduh.

pelan. perlahan.
aku mendengar suara daun
disapu di pelataran rumah.

burung-burung berkicau
di dahan-dahan rendah pohon pinus.

rerumputan pelan berdesir
ketika cangkir mendekat bibir.

bahkan suara kereta. ai, suara kereta,
bergesek dengan rel. samar di kejauhan.
terdengar juga.

di antara sesap, aku merasakan
lembut tanganmu, membelai pipi.

di ceruk yang kosong,
aku menyimpan
segala kenang
yang (mungkin)
pernah ada.

_@_

View full article »

1.
halo, penyihir.
apa kabar?
apa kabar hogwarts?
selepas harry dan teman-teman
mengalahkan voldemort,
tampaknya di balik peron 9 3/4
tak ada kekacauan lagi.
semoga selamanya begitu.

sesekali, ajaklah aku
ke diagon alley
aku ingin membeli tongkat sihir
dan belajar merapal mantra.
barangkali aku bisa menciptakan patronus
dari hal-hal sederhana,
seperti yang biasa kaulakukan
dengan senyummu.

View full article »

cintamu, benang-benang bening dirindu
remuk redam kering dahan, kalbuku.
rinduku, kemerisik pelan daun-daun
pendar-pendar ilalang di musim kelabu.
kita, cahaya lampai kunang-kunang
di sembap malam
luka resah kelam tanpa rembulan.

maka tersenyumlah, mata puisi,
seperti lukisan penyair, ketika daun-daun
basah di lansekap lampu malam,
dan bersukalah sepenuh hati,
bagai bintang tak lupa berkedip
memandang elok dan purna karya Tuhan.

Kota Cirebon,
Minggu, 9 Juni 2013.

_@_

View full article »

Dalam Hembus Bayu
terjemahan bebas lagu bob dylan – blowin’ in the wind

berapa lena kembara harus ditempuh
sebelum sebutan ‘lelaki’ dapat tersentuh?
ya, berapa jumlah laut mesti dicapai
sebelum burung merpati rehat di pantai?
ya, dan berapa kali dilungsurkan peluru
sampai bungkam seluruh tutur?
jawabnya, teman,
ada dalam hembus bayu
jawabannya
ada dalam hembus bayu.

berapa tahun gunung bisa bertahan
sebelum terpuruk di lubuk samudra?
ya, berapa lama manusia memangku derita
sebelum usai segala tindas dan merdeka?
ya, berapa kali seorang harus palingkan muka
berpura-pura tidak melihat segala?
jawabnya, teman,
ada dalam hembus bayu,
jawabannya
ada dalam hembus bayu.

berapa kali seorang pria harus mencari
sebelum ia mampu menatap langit?
ya, berapa banyak telinga mesti terbuka
sebelum segala ratap tersampaikan?
ya, berapa banyak maut dibutuhkan
demi sebuah sadar,
terlalu banyak nyawa melayang?
jawabnya, teman,
ada dalam hembus bayu,
jawabannya,
ada dalam hembus bayu.

terjemahan rafael yanuar

View full article »

Jendela Hujan

jika langit adalah waktu,
aku ingin jadi hujan yang turun di kotamu,
lalu diam-diam mengembun di jendela kamarmu

bila hujan turun malam nanti,
adakah kaubayangkan aku,
ketika dengan jemari, kaulukis embun di kaca?

Desa Tukdana
Minggu, 6 November 2016

View full article »

MUNGKINKAH ada sesuatu di sekolah saat malan hari?
View full article »

Memandang Langit

hai, apa kabar?

lama juga kita tak bersua.
siapa sangka, sudah limabelas tahun silam.

bagaimana di sana?
semoga kau baik-baik saja,
tak kurang suatu apa.
sejujurnya, aku ragu kau masih mengingatku.

tahukah kau,
lapangan yang sering kita lewati
selepas pulang sekolah,
kini berubah
menjadi toko serba ada.

sore ini,
ketika melihat fotomu
terselip di halaman 94-95
pada sebuah buku harian,
aku bagai menemukan
benda berharga yang lama hilang
terlupakan karena khilafku semata,
lalu tiba-tiba,
aku ingin duduk di bangku panjang
di bawah pohon mangga,
tempat kita sering menghabiskan senja
setelah seharian bersama.

Kota Cirebon
Jumat, 4 November 2016

View full article »

Haiku

angin berhenti
selembar daun kering
melayang jatuh

Kota Cirebon,
Jumat, 4 November 2016

View full article »

di trotoar yang berkilau sehabis hujan,
aku melihat kita berjalan
meski tidak bergandeng tangan,
karena kau dua langkah di depan,
kau memegang tas yang mengapit di pundak,
dan tersenyum padaku,
seolah baru saja berhasil menyelesaikan
kisah-kisah lucu yang setiap hari kita jumpa.
aku lupa membicarakan apa,
tapi hari-hari yang kita lalui bersama
masih membekas,
menjadi harta yang tak tergantikan.

meski berpaling, aku tahu kau tak ada
tapi aku yakin sekilas mendengar suaramu,
mungkin hanya masa lalu yang membisiki hatiku.
kini, sisa-sisa hujan membuat seluruh kota
memancarkan aroma sunyi yang berasal
dari angin yang berembus
melewati jalan-jalan lengang.

saat pepohonan, begitu juga senja,
membuat seluruh kota berubah sepia,
aku menyadari tak ingin beranjak.
biarlah pemandangan di depanku
menjadi kenangan yang mengabadikan
seperti daun-daun merah di bangku halaman,
di samping ayunan ban bekas
yang mustahil kita mainkan. lagi.

Desa Tukdana
Senin, 10 Oktober 2016

View full article »