Category: Sajak Terjemahan


Orange

ORANGE
OST. Shigatsu wa Kimi no Uso
(Terjemahan bebas lirik lagu Seven Oops – Orange)

berjalan denganmu,
menertawai hal-hal yang tak berarti,
seraya menatap impian
yang harusnya kita raih bersama,
ternyata, jika aku menutup telinga,
aku dapat mendengarnya
suaramu yang mewarnai kota ini
dengan rona teduh lembayung.

aku selalu jenuh bila kau tak di sini
tapi, aku yakin kau akan tertawa
saat aku mengeluh sepi—
memaksaku memastikan
hal yang masih tersisa
yang cerlang
dan mustahil pudar.

bagai langit sehabis hujan
bagai hati berkilau cerah,
aku mengenang senyummu
dan membiarkannya mengendap di benak.

berapa banyak pun waktu yang aku lalui,
kita pasti masih di hari itu,
sebagai anak kecil yang lugu,
melewati berbagai musim
dan menera-nera esok yang misteri.

bila aku kesepian dan gelisah,
aku mengingat perbincangan kita
di malam-malam yang panjang.

apa yang kelak kaulihat setelah ini?
apa yang kulihat dari tempat ini?
kota yang layung oleh senja
dan aku yang perlahan meneteskan air mata.

satu citra terlahir
di antara jutaan cahaya,
tapi, berubah atau tidak,
kau tetaplah kau, jangan khawatir.

suatu saat kita akan dewasa
dan bertemu banyak orang,
tapi, semoga masih ada yang tak terganti
saat kita bertemu lagi di sini.

bagai langit sehabis hujan
bagai hati berkilau cerah,
aku mengenang senyummu
dan membiarkannya mengendap di benak.

satu citra terlahir
di antara jutaan cahaya.
melewati berbagai musim
dan menera-nera esok yang misteri,
kita pilih impian kita sendiri.

Iklan

di bukit itu kita mengejar kelinci,
di sungai itu kita memancing ikan.
sampai sekarang pun masih terbayang,
dalam mimpi terus terngiang
kampung halaman.

bagaimana kabar ayah-bunda,
juga dia sahabat kecilku,
dalam hujan dan dingin
pasti terkenang
kampung halaman.

satu damba tak kunjung terjelang
entah kapan, aku harus pulang,
rimbun gunung di kampung halaman
jernih sungai di kampung halaman.

puisi ini adalah terjemahan bebas lirik lagu tradisional Jepang, Furusato

BERKILAU
(Terjemahan bebas lagu Wacci – Kirameki
OST. Shigatsu wa Kimi no Uso
bisa dinyanyikan, lho)

bahkan saat aku bersedih
kau mampu membuatku tersenyum,
dunia jadi kembali bersemi
saat kita bertemu.

mari kita lalui lagi
jalan yang sudah mengenal
langkah yang kita bina,
saat hujan berhenti,
saat lembut angin menyapa kota.

bila kita bersama, aku selalu berharap
hari ini berlangsung selamanya.
tapi semua berubah,
saat aku menatap
sepasang matamu dan mengatakan:

aku ingin menyentuh lagi
hangat tanganmu yang kurindu,
bersama denganmu, menjalani hari
aku tak butuh apa pun lagi.

engkaulah satu yang kunanti
menghias relung mimpi-mimpi
bagaimana mungkin
aku mampu bertahan sendirian?

meski berpaling, aku tahu
kau tak lagi ada di mana pun,
namun suaramu masih terdengar
menyentuh seluruh ruang
dalam hatiku.

andaikan aku mampu
mengulang hari-hari,
saat kita berjalan di musim semi.
kini, rimbun sakura serupa rona senja,
daunnya mulai seindah lembayung.

lalu aku teringat lagi
kenangan lama bersamamu,
pipimu merona, rekah bagai bunga,
izinkanlah aku melihatnya mekar.

kini, harapanku melayang
bersama daun-daun jingga—
mampukah dengannya
kerinduan ini
tersampaikan?

bila waktu beringsut sunyi
suaramulah yang kunanti
mendengarnya saja, hatiku seperti
terlindung dalam kehangatan peluk.

sebab kaulah yang membuat
hari-hari yang bersahaja
menjadi harta yang tak mungkin terganti,
“terima kasih.”

Baca lebih lanjut

Dalam Hembus Bayu
terjemahan bebas lagu bob dylan – blowin’ in the wind

berapa lena kembara harus ditempuh
sebelum sebutan ‘lelaki’ dapat tersentuh?
ya, berapa jumlah laut mesti dicapai
sebelum burung merpati rehat di pantai?
ya, dan berapa kali dilungsurkan peluru
sampai bungkam seluruh tutur?
jawabnya, teman,
ada dalam hembus bayu
jawabannya
ada dalam hembus bayu.

berapa tahun gunung bisa bertahan
sebelum terpuruk di lubuk samudra?
ya, berapa lama manusia memangku derita
sebelum usai segala tindas dan merdeka?
ya, berapa kali seorang harus palingkan muka
berpura-pura tidak melihat segala?
jawabnya, teman,
ada dalam hembus bayu,
jawabannya
ada dalam hembus bayu.

berapa kali seorang pria harus mencari
sebelum ia mampu menatap langit?
ya, berapa banyak telinga mesti terbuka
sebelum segala ratap tersampaikan?
ya, berapa banyak maut dibutuhkan
demi sebuah sadar,
terlalu banyak nyawa melayang?
jawabnya, teman,
ada dalam hembus bayu,
jawabannya,
ada dalam hembus bayu.

terjemahan rafael yanuar

Baca lebih lanjut

Sonet XVII

Aku tak mencintaimu seolah kau mawar jepang, batu cempaka
pun panah-panah anyelir dilungsurkan bara
aku mencintaimu sebagai hal-hal gulita
rahasia antara bayangan dan jiwa.

Aku mencintaimu bagaikan tumbuhan tak bertunas
namun menyimpan pendar bunga dalam relungnya
bersyukur kasihmu harum dan utuh
hidup dalam tanah, bermukim dalam tubuh.

Aku tak tahu dengan cara apa, jalan apa, dan kapan aku mencinta
semata dengan lugu dan sederhana, tanpa tabik dada
sebab aku tak punya cara lagi, selain—

tanpamu, aku tak ada
kau begitu dekat, tanganmu di dekap tak lain tanganku jua
begitu dekat, sehingga saat aku terlelap, matamulah yang terpejam.

_@_

terjemahan bebas puisi Pablo Neruda
saya persembahkan buat istri saya, Novi