Rafael Yanuar, lahir di tanggal tiga belas, bulan Januari namun paling malas memberitahu tahun lahirnya. Pernah mengenyam pendidikan di fakultas Filsafat Parahyangan, tapi masih mengejar Sarjana Kehidupan dengan ijazah sebuah nisan. Dia memperistri Noviyanti Souw dan memiliki putra bernama Steven Nathaniel. Di mata mereka, ada banyak kebahagiaan dia janjikan.

Dia juga suka menulis surat melalui e-mail, blog maupun kertas. Suka berpuisi, menulis cerpen dan buku harian meski begitu-begitu saja hasilnya. Mengagumi langit–terutama langit hijau di malam purnama. Paling senang menciptakan lagu dalam kondisi apapun, di manapun dan kepada siapapun u/ dinyanyikan sendiri–meski suara masih pas-pasan. Hobi memasak dan bisa masak ramen sendiri (bangga dong!) Menyukai dongeng, mitologi / mitos dan bercita-cita menulis buku dongengnya sendiri. (Stop! Anda sudah mengulang kata ‘sendiri’ tigakali dalam satu paragraf!)

Dia juga suka melukis dengan cat air, meski sering berakhir sebatas sketsa saja. Pernah menulis novel berjudul Sound of Night dan Kepada Langit tapi tak pernah terbit sama sekali. (Update) Menerbitkan secara mandiri buku sajak Serenada Penidur Hujan teruntuk almarhum papinya. Sedang menggarap demo album Perjalanan Semusim (doakan tembus!) dengan hanya bermodalkan gitar dan piano saja. Meskipun suka mengabadikan momen, tapi foto hasil jepretannya jarang ada yang bagus.

Dia juga punya sahabat masa kanak dengan julukan Penjual Bunga yang sering hadir dalam tulisan-tulisannya.

Penyuka segala jenis musik, terutama Jazz (namun tak pernah bisa ber-scat singing) dan J-Pop (pop Jepang), dengan cita-cita sedari kecil ingin jadi penyanyi seperti Ebiet G. Ade. Terakhir, ternyata asyik juga menulis dengan sudut pandang orang ketiga =).

Salam penuh puisi,

Raf