Archive for Juli, 2018


Mencarimu

aku selalu mencarimu
ke mana pun langkah menuju,
di persimpangan jalan itu,
di taman bermain itu,
meski kutahu kau tak ada di situ.

bila hanya sepi masalahnya
tak perlu secemas ini, bukan?
aku punya banyak teman,
yang bisa membantuku,
malam penuh bintang
bahkan lebih dari cukup.
tapi sampai kapan
aku harus membohongi diri.

aku membutuhkanmu di sisiku.

aku selalu bertanya-tanya,
dengan kenangan yang terbayang
saat senja berguguran, mungkinkah
kau sebenarnya tak sejauh itu?
mungkin kita pernah saling membelakangi,
di suatu tempat di kota ini,
tanpa menyadarinya.

apa yang harus kuharapkan
dari waktu yang berlalu?
saat-saat kita bercanda, menangis,
dan tertawa, kata-kata “aku mencintaimu”
yang tak pernah terungkap,
tak ada satu pun yang mungkin terulang.
namun, sebesar apa pun penyesalan
yang harus kutanggung sendiri
aku ingin tetap berjalan.

Selasa, 17 Juli 2018

Sebuah Lamun

selembut tarian, daun-daun itu berjatuhan.
senja adalah lampu sorot yang menandai
berakhirnya pertunjukan suatu musim.
sementara di bawah pohon yang kering itu
seorang pria termangu memandang langit,
burung-burung hitam melipat sayap
di ranting, berkerumun.
o maut yang manis, sudahkah kautentukan,
waktu yang baik untuk bertemu?

26 Juni 2018

kaulah pijar kunang-kunang
saat kelam menyinggung muram.
malam menyembunyikanmu dalam kalbuku.

aku terbiasa mencari matamu
untuk menemukan damai,
manakala hati membutuhkan buai
yang menjaga dari segala masai.

engkaulah terang yang kudamba
saat aku merindu rumah,
dian yang menyala,
memanggil pulang di kejauhan.

karenamu, kekasih,
meski dunia hanya setapak
yang tak menjanjikan sampai,
aku tahu jalan mana yang harus kucapai.

1 Juli 2018