di kebun biara ini,
kenangan yang jauh merayuku pulang,
seperti overture sebuah lagu
yang kaumainkan pada mazmur.

di kebun biara ini,
waktu menolak jatuh.
lonceng yang enggan bersuara
bersembunyi di antara nyanyi
dan derik cuaca.

di kebun biara ini,
angin melantunkan adagio
dan aku teringat doa lama
yang diajarkan ibu
di musim yang lalu.

(Kamis, 5 April 2018)
https://m.youtube.com/watch?v=yVCvE6DW98s

Seperti sudah dilampirkan di atas, puisi ini terinspirasi gubahan indah karya Albert W Ketelbey, In A Monastery Garden. Saat menulisnya, saya membayangkan diri tengah berada di salah satu taman di Gereja masa kanak-kanak saya. Saat suara lonceng yang samar berdentang tenteram, saat angin yang tenang berembus dalam.