halo.
apa kabar?

setiap kali kembali ke kota ini,
aku selalu mengingatmu,
melebihi segala yang mampu kusimpan dalam benak.
entah mengapa, kenangan itu keluar
dari tempat persembunyian,
menyapaku, dengan cara yang tak terduga.

senja yang hangat dan gerimis yang getir
kala magrib memudar, menuntunku untuk mengenali
getar yang pernah mengisi jemari.
tapi mungkin hanya sisa hening
yang melingkupi seluruh pilu.

seperti lantun clair de lune atau serenade in b flat
di sebuah kafe di dekat lampu merah,
terkadang, aku ingin kenangan itu menyingkap nada-nada
yang melatari setiap sesap secangkir kopi
—dan kau menjelma rasa manis
yang tersisa di ujung lidah.

Minggu, 25 Juni 2017