Archive for Juni, 2017


Jakarta Senja

halo.
apa kabar?

setiap kali aku kembali ke tempat ini,
aku selalu mengingatmu,
melebihi segala yang mampu kusimpan dalam benak.
entah mengapa, kenangan itu seperti keluar
dari tempat persembunyian,
menyapaku, dengan cara yang tak terduga.

rona senja yang hangat dan gerimis yang getir
kala magrib memudar, menuntunku untuk mengenali
getar yang pernah mengisi jemari,
juga sisa keheningan yang melingkupi seluruh pilu
dari kehilangan yang mungkin mendekatkan.

seperti lantun clair de lune atau serenade in b flat
di sebuah kafe yang terletak di dekat lampu merah,
terkadang, aku ingin kenangan itu menangkap nada-nada
yang melatari setiap sesap secangkir kopi.
dan kau menjelma rasa manis
yang tersisa di ujung lidah.

Minggu, 25 Juni 2017

karena tak mampu membeli kembang api
di malam satu syawal,
kita mencelupkan ilalang di sungai
berharap kunang-kunang sudi
meminum sisa tetes di helainya.
seperti tahun-tahun sebelumnya, bukan?
kau berbisik.
aku mengangguk mengiyakan.

langit berawan dan malam tanpa bintang
menudungi desa
mendung tak jua menjadi hujan.
tapi sesekali, terdengar jua derik jangkrik dan cicada
ditingkahi suara air.
dan risau dedaunan.

manakala gelap membuana tanpa kata
dan segala yang bergerak terlelap,
kunang-kunang bermunculan
satu pesatu. sedikit demi sedikit.
berkerumun di seberang kita.
tengoklah, permukaan sungai yang dalam
berpendar karenanya.

kita menanti dengan jari bergetar.
sudikah mereka mampir di lalang yang kita genggam?
malam semakin relung,
tapi kita tidak terburu-buru, bukan?

biarkan saja waktu berlalu
dan melewati kita.

kau tersenyum dan mengangguk,
air mata mengalir di pipi.

_@_

Minggu, 25 Juni 2017
1 Syawal 1438 H