Saya sedang berada di Dalilea,
ketika Yesus datang dan melihat hasil tangkapan saya
sama sekali kosong
Ia pun bergegas menghampiri saya, dan bersabda
“Jika kau hendak mendengar Aku, ada sebuah teluk
di mana ikan-ikan berkumpul
dan jumlahnya sangat berlimpah.”

Saya pun terheran dengan perkataan-Nya.
“Guru, kami telah mengenal seluruh teluk di sini,
karena ombak alangkah besar
ikan-ikan pastilah mencari lubuk terdalam
di mana jala kami tak lagi mampu menjangkaunya.
Namun bila Engkau menyuruhnya, kami lakukan,”
sahut Andreas, saudara saya.

Yesus pun menuntun kami menuju laut lepas
dan menyuruh kami menebarkan jala di sana
benar saja, ikan-ikan berkumpul bak hujan
jala kami hampir koyak karenanya.

Saya pun memandang wajah-Nya
tepat ketika awan menggumpal tua —
nyala api pun memijar dalam jiwa
baranya berkobar
dalam darah menjadi debar.

“Maka, ikutlah dengan-Ku,
sebab Aku hendak menjadikanmu penjala manusia,
di mana jalamu tak pernah lagi
kan hampa.”

Rafael Yanuar
7 April 2012

/ Kenangan akan Yesus /

Iklan