GARIS WAKTU SENJA

Sejak mengenal twitter, saya tak pernah kehilangan senja.

Setiap pukul 16.00, di linimasa, banyak bertebaran potret dan sajak tentang senja. Meski di kota, gurat candhikala, selalu terhalang keramaian dan tertutup atap rumah. Siapapun tahu saya suka senja, namun kemampuan fotografi saya di bawah rata-rata, hingga seindah apapun obyeknya, hasilnya selalu, ehm, saya punya istilah sendiri — bleurgh!

Jadi, hanya di linimasa saya bisa memandang senja, sambil menyesap hangat puisi, dan mensyukurinya. Dan ketika saya pulang ke rumah, meski matahari sudah menambatkan senjanya pada dermaga malam, ada banyak jejak pelayaran senja di linimasa — ada dari Makassar, Jakarta, Yogyakarta, bahkan sampai di kota saya sendiri, Cirebon. Terima kasih, semoga tak pernah bosan berbagi senja di timeline. Saya sangat (bahagia) menikmatinya =).

03 Oktober 2011