LILIN DI KUE ULANG TAHUNMU
: @daprast

Nyala lilin di sudut ruang
cukuplah menjadi penanda
ada harapan — di setiap jeda napas
sedang aksara
biarlah menampung segenap arti dan langkah
: dan menjadi kata-kata yang paham
akan makna.

Waktu ialah angin — yang mencoba memadamkan lilin
di sepanjang usia
ingatan ialah sumbu
memaknai tiap larik yang menemui tetesan api
menyulut tubuh dalam kobaran sepi.
Sedang semakin jauh bara menjalar
terangnya semakin riuh
membuatnya sadar
— pada gerak laku dan kata.

Sebatang lilin — silakan kau tiup
sebagai penanda ulang tahunmu
namun nanti, jagalah selalu
sebab masih dapat kau nyalakan kembali
: menampung sisa tubuhnya yang setengah utuh.

Rafael Yanuar (31 Juli 2011)

Selamat ulang tahun, Kak Daniel o(^_^)o.

Akhirnya puisi ini jadi juga. Pada kue ulang tahun, lilin selalu menjadi penanda bertambahnya usia. Saya bingung — kalau dijadikan tanda usia, mengapa ditiup dan dipadamkan? Seharusnya, lilin itu tetap menyala. Baru di tahun yang baru, biarlah baranya mengabu sampai benar-benar habis, karena telah disediakan lilin baru untuk usia yang baru. Tapi, terlepas dari pemikiran “aneh” saya tersebut, selamat ulang tahun, Kak Daniel, wish you all the best =).