Hari ini pun merupakan lingkaran janji yang semakin gamang


Vi, Ingatkah aku pernah menuliskan risau demi menekur rindu di dada, padamu? Sebagai anak sepi yang tak pernah lelah mendaki. Alangkah sunyi pendakian itu, aku takut tak bisa menafsirkan kegetiran batin – saat diam menuju ketiadaan. Tanpamu.


Vi, gerimis kini mengaliri batinku, demi sekembang senyum aku menentang dingin. Ingin kulantunkan lagu selain rindu, melepas ragu sekedar ingin bertemu, bukan mematung memunguti puisi yang terserak di halaman kalbu.


Vi, Hujan semakin ranum laik panah sepi yang tak henti menghujam. Tapi kuingin kau sedia berbagi – meski hanya lewat secarik balas. Aku ingin mendengar janji itu sekali lagi, saat kau dan aku berdiri di lintang gerimis, dan kita saling berbisik


Dalam remang ingatan – hatimu hatiku tetap terkait.